Minggu, 29 April 2012

Fenomena Wabah Tomcat Meresahkan Masyarakat (Tulisan 8)


Fenomena Wabah Tomcat Meresahkan Masyarakat (Tulisan 8)

Tomcat adalah salah satu jenis serangga yang populer disebut semut kanai, semut kayap atau kumbang rove.  Secara taksonomi Tomcat tergolong ordo Coleoptera, family Sthapylinide, genus Paedorus dan species Fuscipes, sehingga lebih dikenal sebagai kumbang Paederus fuscipes. Keberadaan “Tomcat” saat ini ramai diberitakan dan sangat mengemuka karena dampak buruk dari gigitannya. Serangga Tomcat banyak ditemukan di alam, karena habitat utamanya adalah lahan sawah, tegalan, taman kota, hutan atau yang banyak pertanaman. Tapi tomcat kini sudah menyebar ke pemukiman tempat masyarakat tinggal.  Hal ini, karena tempat berkembang biak tomcat sudah punah akibat pembangunan yang mulai memadat.
Oleh karena itu, tomcat mencari tempat tinggal baru untuk berkembang biak yaitu di sekitar pemukiman masyarakat. Sehingga saat ini, sudah terjadi kontak fisik antara tomcat  dengan masyarakat. Hal ini membuat masyarakat resah karena tomcat memiliki racun yang dimana tomcat tersebut akan mengeluarkan racunnya jika tomcat tersebut merasa terganggu. Jika telah terjadi kontak umumnya target mulai diam dan kaku atau lunglai, maka Tomcat mulai mendekati kembali dan memangsanya.
Sebenarnya, racun yang dikeluarkan tomcat untuk target mangsanya yaitu hama-hama di pertanaman atau bukan manusia. Andaipun harus terjadi kontak antara Tomcat dengan manusia, maka segera cuci bekas kontak tersebut dengan sabun, kerana gejala yang ditimbulkan jika Tomcat menyentuh kulit manusia adalah gejala gatal (dermatitis) yang jika digaruk dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Ikuti anjuran yang banyak disampaikan melalui media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar