Minggu, 04 Maret 2012

Hardskill (Tulisan bhs. Indonesia 2)



HARDSKILL


Hardskill adalah keterampilan teknis yang melekat atau dibutuhkan untuk profesi tertentu. Contoh: insinyur mekanik membutuhkan keterampilan bekerja dg permesinan, programmer harus menguasai teknik pemrograman dg bahasa tertentu.

Hardskill sudah pasti dibutuhkan untuk bisa bekerja dengan tepat tujuan. Namun adalah softskill yang bisa membuat seseorang bisa betul-betul bekerja dan dipertimbangkan untuk naik ke tingkatan karir atau jabatan lebih tinggi. Ini karena softskill menentukan kemampuan seseorang dalam menyikapi pekerjaannya, organisasinya, rekan kerjanya, dan para client-nya. Softskill tidak hanya terbatas pada lingkup pekerjaan, namun juga sampai pada kehidupan sosial dan berumahtangga. Softskill tidak hanya berkisar pada keterampilan komunikasi, namun juga melingkupi kemampuan untuk mengelola stres, kemampuan untuk mengelola disiplin pribadi, dan kemampuan untuk memecahkan masalah.

Seorang siswa/mahasiswa tidak hanya sekedar perlu memiliki keterampilan teknis terkait pekerjaan yang diidamkan dan diincarnya. Kita tak boleh lupa bahwa di saat bekerja nanti kita juga akan bekerja dalam tim, harus melaporkan kerja kita kepada seseorang, menghadapi tekanan kerja, melakukan presentasi, mengirimkan pesan email secara sopan, dan lain sebagainya. Untuk itu, maka keterampilan teknis (hardskill) tidaklah cukup. Hardskill sangatlah penting, namun belumlah cukup untuk mengantar seseorang menuju sukses.
sumber : http://www.edunimasi.com/pentingnya-hardskill-dan-softskill.html

SOFTSKILL (TULISAN BHS. INDONESIA 2)


SOFTSKILL


Softskills adalah sebuah istilah dalam sosiologi tentang EQ (Emotional Intelligence Quotient) seseorang, yang dapat dikatagorikan /klusterkan menjadi kehidupan sosial, komunikasi, bertutur bahasa, kebiasan, keramahan, optimasi.

Konsep tentang soft skill sebenarnya merupakan pengembangan dari konsep yang selama ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional (emotional intelligence). Soft skill sendiri diartikan sebagai kemampuan diluar kemampuan teknis dan akademis, yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal.
Secara garis besar soft skill bisa digolongkan ke dalam dua kategori : intrapersonal dan interpersonal skill. Intrapersonal skill mencakup : self awareness (self confident, self assessment, trait & preference, emotional awareness) dan self skill ( improvement, self control, trust, worthiness, time/source management, proactivity, conscience). Sedangkan interpersonal skill mencakup social awareness (political awareness, developing others, leveraging diversity, service orientation, empathy dan social skill (leadership,influence, communication, conflict management, cooperation, team work, synergy)

Pentingnya Softskill

Mengapa ?. Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya. Dunia pendidikanpun mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill.

sumber : http://sinauonline.50webs.com/Pentingnya%20Softskill.html
              staffsite.gunadarma.ac.id/edi_mp/index.php?stateid...id...part...

Sabtu, 03 Maret 2012

GELIAT MOBIL ESEMKA (TULISAN BHS. INDONESIA 2)

GELIAT MOBIL ESEMKA


Memang tidak dapat di pungkiri kemajuan teknologi yang semakin canggih. Terutama pada otomotif kendaraan yang semakin maju dan canggih. Seperti yang kita ketahui, kendaraan sangat penting di zaman era globalisasi seperti ini, apalagi kendaraan beroda empat seperti mobil, yang banyak diminati leh masyarakat, karena kegunaannya yang lebih maximal dibanding kendaraan sepeda motor. Selain itu mobil semakin maju dan semakin banyak di produksi oleh negara-negara maju yang mampu menghasilkan mesin dan design mobil yang canggih. Oleh karena itu banyak pilihan dan variasi yang membuat para user tertarik untuk membelinya. Tentu harganya tidak murah, dikarenakan negara Indonesia masih meng import mobil-mobil mewah tersebut. Sedangkan negara indonesia belum bisa menciptakan dan merakit mesin mobil. Sehingga SDM masih sangat lemah untuk bidang otomotif di negeri kita yang tercinta ini, serta kurang adaya dukungan dari pemerintah untuk mesuport hal tersebut.

Sampai akhirnya, suatu saat anak-anak bangsa yang sedang menimba ilmu di sekolah menengah kejuruan (SMK) telah menunjukan hasil kreatifitasnya yaitu dengan menghasilkan sebuah mobil ciptaannya. Hal seperti ini sungguh mengejutkan bangsa dan negara karena merupakan suatu kebanggan. Sampai saat ini, mobil esemka sedang dalam tahap uji emisi, yaitu untuk diuji kelayakan dari mobil tersebut apakah lulus standarisasi mesin atau tidak . Jika lulus standarisasi maka akan diproduksi untuk public, dan akan diproduksi banyak untuk masyarakat.

Setelah melakukan tahap uji emisi, mobil esemka dinyatakan gagal atau tidak lulus tahap standarisasi. Hal ini, seharusnya tidak membuat patah semangat bangsa Indonesia. Masalah seperti ini, dapat ditangani dengan cara semakin mendukung kreativitas yang sudah ada, untuk dikembangkan. Dengan dukungan yang kuat seperti memperkuat fasilitas dan peningkatan mutu pembelajaran otomotif maka, mobil esemka dapat menjadi mobil yang layak standarisasi dan dapat dipublikasikan.

Hasil kreativitas anak bangsa Indonesia menjadi sorotan masyarakat dan bahkan berbagai opini di lontarkan. Berdasarkan sebagian opini masyarakat yang saya teliti, berkata : ”ya saya bangga dengan hasil kreativitas bangsa Indonesia dan saya turut mendukung kesuksesan tersebut”. Akan tetapi, sebagian masyarakat berpendapat : ”ah klo sayalebih baik menggunakan mobil bermerek yang sudah pasti dari luar negeri,selain mesinnya terjamin suku cadangnya juga banyak dan mudah”. Menurut saya pribadi, sebagai penulis artikel ini, pendapat masyarakat yang lebih suka menggunakan mobil import tersebut tidak mencerminkan samasekali sebagai bangsa Indonesia yang cinta tanah air. Seharusnya menurut saya, kita harus bangga terhadap hasil kreativitas bangsa. Dengan adanya kreativitas ini merupakan awal cikal bakal kemajuan bangsa kita. Saya harapkan pemerintah juga turut mendukung seperti, pembuatan suku cadang yang menyebar di daerah-daerah. Hal ini nantinya menyebabkan masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan suku cadang tersebut. Dengan sendirinya mobil esemka banyak diminati oleh masyarakat dan menjadi popular di negara kita.
Harapan saya kedepannya, pemerintah dapat mengembangkan dan mensukseskan mobil masa depan ini. Serta harapan saya, bangsa Indonesia juga memiliki pola berfikir yang terbuka terhadap kemajuan bangsa Indonesia, dan tidak mudah terpengaruh dengan budaya ataupun teknologi westernisasi. Dengan ini, saya berharap mobil esemka dapat menjadi mobil popular di negara kita yang tercinta ini.


KESALAHAN DALAM PENALARAN (TUGAS 3 BHS. INDONESIA)


KESALAHAN DALAM PENALARAN


Kesesatan adalah kesalahan yang terjadi dalam aktivitas berpikir karena penyalahgunaan bahasa (verbal) dan/atau relevansi (materi) . Kesesatan (fallacia, fallacy) merupakan bagian dari logika yang mempelajari beberapa jenis kesesatan penalaran sebagai lawan dari argumentasi logis. Kesesatan karena ketidaktepatan bahasa antara lain disebabkan oleh pemilihan terminologi yang salah sedangkan ketidaktepatan relevansi bisa disebabkan oleh :
(1) pemilihan premis yang tidak tepat (membuat premis dari proposisi yang salah), atau
(2) proses penyimpulan premis yang tidak tepat (premisnya tidak berhubungan dengan
      kesimpulan yang akan dicari).


Menurut Sumarsono, seasat piker adalah proses penalaran atau argumentasi yang sebenarnya tidak logis, salah arah, menyesatkan, suatu gejala berpikir yang salah yang disebabkan pemaksaan prinsip – prinsip logika tanpa memperhatikan relevansinya. Kesesatan penalaran terdapat pada siapa saja bukan kesesatan dalam fakta – fakta, tetapi dari bentuk penarikan kesimpulan yang salah karena tidak dari premis – premis yang menjadi acuan

Jenis-jenis kesalahan
1. Kesalahan  formal
a. Kesalahan karena menggunakn term.
Kesalahan berfikir karena menggunakn empat term dalam silogisme. Ini terjadi karena term penengah diartikan ganda, sedang patokan yang seharusnya terdiri dari tiga term, seperti : semua perbuatan menganggu orang lain diancam dengan hukuman.
b. Kesalahan karena kedua term tidak mencakup
Kesalahan karena tidak satupun dari kedua term penengah mencakup, seperti : Orang terlalu banyak belajar kurus. Dia kurus sekali karena itu tentulah ia rajin belajar.
c. Kesalahn karena menolak sebab
Kesalahan dalam silogisme hipotetika karena mengingkari sebab kemudian disimpulkan bahwa akibat juga terlaksana, seperti : jika permintaan bertambah maka harga naik. Nah, sekarang permintaan tidak bertambah, jadi harga tidak naik.
d. kesalahan karena tidak kosisten
Kesalahan berfikir karena tidak runtutnya pertanyaan yang diakui sebelumnya, seperti : Anggaran dasar organisasi kita sudah sempurna, kita perlu melengkapi beberapa fasal agar komplit.

2. Kesalahan informal
a. kesalahan membuat generalisasi yang terburu – buru
Kesalahan berfikir tergesa – gesa membuat generalisasi, mengambil kesimpulan umum dari kasus individual yang terlampau sedikit, sehingga kesimpilan yang ditarik melampaui batas lingkungannya.

b. Kesalahan karena memaksakan praduga
Kekeliruan karena menetapkan kebenaran suatu dugaan
seperti : seorang pegawai datang kekantor dengfan luka goresan dipipinya. Seseorang menyatakan bahwa istrinyalah yang melukai, padahal goresan besi pagar.
c. Kesalahn karena mengunakan permasalahan
Kesalahan berfikir karena mengambil konklusi dan premis yang sebenarnya harus dibuktikan dahulu kebenarannya, seperti : Allah itu mesti ada karena ada bumi, disini orang yanmg membuktikan bahwa allah itu ada dengan dasar adanya bumi, tetapi tidak dibuktikan bahwa bumi adalah ciptaan allah.

Sumber :


METODE PENALARAN (TUGAS 2 BHS. INDONESIA)


METODE PENALARAN


Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif

Metode induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Ada 3 macam penalaran induktif :
1. Generalisasi
=> Merupakan penarikan kesimpulan umum dari pernyataan atau data-data yang ada.
=> Dibagi menjadi 2 :
a. Generalisasi Sempurna / Tanpa loncatan induktif
=> Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan.
Contoh :
- Sensus Penduduk.
- Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, baja memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jadi, jika dipanaskan semua logam akan memuai.
b. Generalisasi Tidak Sempurna / Dengan loncatan induktif
 => Fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.
Contoh : Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang suka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka bergotong-royong.
2. Analogi
=> Merupakan penarikan kesimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Pada analogi biasanya membandingkan 2 hal yang memiliki karakteristik berbeda namun dicari persamaan yang ada di tiap bagiannya.
=> Tujuan dari analogi :
- Meramalkan kesamaan.
- Mengelompokkan klasifikasi.
- Menyingkapkan kekeliruan.
=> Contoh :
Leeteuk adalah personil Super Junior.
Leeteuk berbakat di semua bidang hiburan.
Yesung adalah personil Super Junior.
Oleh sebab itu, Yesung berbakat di semua bidang hiburan.
3. Kausal
=> Merupakan proses penarikan kesimpulan dengan prinsip sebab-akibat.
=> Terdiri dari 3 pola, yaitu :
a. Sebab ke akibat => Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kesimpulan sebagai efek.
Contoh : Karena terjatuh di tangga, Kibum harus beristirahat selama 6 bulan.
b. Akibat ke sebab => Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kejadian yang dianggap penyebabnya.
Contoh : Jari kelingking Leeteuk patah karena memukul papan itu.
c. Akibat ke akibat => Dari satu akibat ke akibat lainnya tanpa menyebutkan penyebabnya.

 

Metode deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.Contoh; Jika meneliti konsumsi rumah tangga untuk minyak, maka sebelum turun ke lapangan yang dipersiapkan adalah teori konsumsi, permintaan dan penawaran barang, dll; pertanyaan yang akan diajukan sudah jeas dan hampir baku, sampelnya jelas, dll artinya sudah disiapkan semua tinggal cari data.

Macam-macam silogisme;
  • Silogisme kategoris: terdiri dari proposisi-proposisi kategoris.
  • Silogisme hipotesis: salah satu proposisinya berupa proposisi hipotesis.
  • Silogisme Alternatif : pemecahan masalah/pengambilan kesimpulan/keputusan akhir.

Misalnya contoh silogisme:
Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah
Premis 2 : Sekarang hujan
Konklusi : Maka jalanan basah.

Bandingkan dengan jalan pikiran berikut:
Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah
Premis 2 : Sekarang jalanan basah
Konklusi : Maka hujan.




Sumber :


http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://aderiska-pilyang.blogspot.com/2011/02/metode-penalaran-deduktif.html

DEFINISI PENALARAN (TUGAS 1 BHS.INDONESIA)


DEFINISI PENALARAN


Penalaran(reasoning).Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran, dan sebab itu lebih rumit disbanding pengertian dan proporsisi.
Apa itu penalaran ? secara sederhana penalaran dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposisi yang mendahuluinya.

Contoh :

Logam 1 dipanasi dan memuai
Logam 2 dipanasi dan memuai
Logam 3 dipanasi dan memuai
Logam 4 dipanasi dan memuai
dan seterusnya

Jadi : semua logam yang dipanasi memuai


Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.


Beberapa definisi Penalaran menurut para ahli:

·         Keraf (1985: 5) berpendapat bahwa Penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu kesimpulan.
·         Bakry (1986: 1) menyatakan bahwa Penalaran atau Reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
·         Suriasumantri (2001: 42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.



Sumber :

elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/filsafat.../bab6-penalaran.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

Selasa, 22 November 2011

Tugas 3 Bahasa Indonesia 1

Resensi Naskah Dari Artikel


1.  Data Publikasi   :
a. Judul            : Menang Adu Penalty, Malaysia Bawa Emas SEA Games
b. Penulis         : Jafar M Sidik
c. Penerbit       : www.antaranews.com
e. Tanggal        : 21 November 2011
f. Tema            : Olahraga

2.  Sinopsis             : Tendangan Bakhtiar Baddrol menentukan kemenangan timnas Malaysia atas Indonesia dalam drama adu penalti pada final sepakbola SEA Games XXVI di Gelora Bung Karno, Jakarta. Dua penendang penalti Indonesia gagal memasukkan bola, sedangkan hanya satu tendangan Malaysia yang tidak berbuah gol. Bakhtiar Baddrol menjadi penentu hasil pertandingan sekaligus  menjadi penandang terakhir.  Dia akhirnya menentukan kemenangan Malaysia lewat permainan yang dramatis ini.  Malaysia akhirnya memenangi pertandingan dengan skor 5-4. Malaysia emas, Indonesia perak.

3.  Keunggulan       : Artikel tentang hasil pertandingan SEA Games pada cabang Sepakbola ini sangat menarik untuk disimak. Hal ini bisa sebagai pembelajaran bagi kaum muda di Indonesia untuk terus meningkatkan prestasi di SEA Games terutama pada cabang Sepakbola yang menjadi cabang paling Primadona di SEA Games. Artikel ini menceritakan dengan komplit tentang kejadian-kejadian yang terjadi pada saat pertandingan berlangsung. Sehingga para pembaca dapat menelaah kelebihan dan kekurangan dari TimNas U-23 sehingga untuk di masa yang akan datang, TimNas U-23 dapat bermain dan meraih prestasi yang lebih baik lagi.

4.  Kelemahan        : Alur cerita pada artikel ini tidak kronologis. Dimana pada awal artikel menceritakan hasil akhir dari pertandingan Final Sepakbola SEA Games XXVI, namun pada akhir artikel menceritakan tentang pertandingan dari menit awal hingga menit akhir pertandingan. Hal ini kurang menarik untuk para pembaca. Karena apabila pada awal artikel pembaca sudah mengetahui hasil akhirnya, maka pembaca akan cenderung enggan untuk membaca akhir dari artikel tersebut.

5.  Pendapat Akhir : Kemenangan atau kekalahan dalam sebuah pertandingan sudah menjadi hal yang biasa. Janganlah larut dalam kesedihan. Karena kekalahan adalah sebuah kemenangan yang tertunda. Hal yang terpenting dalam sebuah pertandingan bukanlah sebuah kemenangan, tetapi hikmah yang didapat dalam meraih kemenangan tersebut.

6.  Lampiran Naskah :

Menang adu penalti, Malaysia bawa emas SEA Games


Oleh Jafar M Sidik



 Jakarta (ANTARA News) - Tendangan Bakhtiar Baddrol menentukan kemenangan timnas Malaysia atas Indonesia dalam drama adu penalti pada final sepakbola SEA Games XXVI di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dua penendang penalti Indonesia gagal memasukkan bola, sedangkan hanya satu tendangan Malaysia yang tidak berbuah gol.

Malaysia akhirnya memenangi pertandingan dengan 5-4.

Titus Bonai menjadi algojo pertama Indonesia.  Dia sukses mengemban tugasnya. Kedudukan dalam adu penalti 1-0 untuk Indonesia. Mahali kemudian membawa Malaysia menyamakan kedudukan 1-1

Eksekutor kedua Indonesia, Gunawan Dwi Cahyo gagal menciptakan gol karena bola membentur tiang gawang.  Malaysia mengungguli Indonesia dengan 2-1 setelah Fandi Otman berhasil menjalankan tugasnya.

Indonesia menyamakan kedudukan setelah Egi Melgiansyah dengan mulus menjalankan misinya sebagai algojo ketiga. 

Indonesia mendapat harapan setelah tendangan algojo ketiga Malaysia diblok oleh kiper timnas Indonesia, Kurnia Meiga.

Abdul Rahman lalu membawa Indonesia unggul, tapi kemudian disamakan lagi oleh Fadhli.

Sayang, tendangan eksekutor terakhir Indonesia, Ferdinand Sinaga, diblok oleh kiper Malaysia. Kedudukan sama kuat 3-3 (atau 4-4 dengan kedudukan sebelum adu penalti). 

Bakhtiar Baddrol menjadi penentu hasil pertandingan sekaligus  menjadi penandang terakhir.  Dia akhirnya menentukan kemenangan Malaysia lewat permainan yang dramatis ini.  Malaysia emas, Indonesia perak.  

Kedua tim harus melanjutkan permainan di babak adu penalti setelah selama 120 menit bermain imbang 1-1.

Di babak pertama kedua tim berbagi angka 1-1. Indonesia lebih dulu unggul di menit 4 lewat tandukan Gunawan Dwi Cahyo setelah memanfaatkan tendangan penjuru yang disepak Okto Maniani.

Kemudian pada menit 16, kerjasama apik Oktovianus Maniani dan Titus Bonai berbuah manis. Namun gol Titus dianulir wasit karena dia dinilai telah berdiri offiside.

Malaysia berbalik mengambil inisiatif menyerang di 30 menit terakhir babak pertama. Puncaknya pada menit 33, Omar Mohd Asraruddin menyamakan kedudukan lewat sundulan mendatar sambil menjatuhkan badan. Kurnia Meiga mati langkah.

Untuk memberi nafas lagi dan menambah daya gedor permainan, Rahmad Darmawan memasukkan dua pemain dalam interval lima menit. Di menit 65, Rahmad Darmawan memasukkan Ferdinand Sinaga, sementara Andik Vermansyah ditarik.  Kemudian pada menit 70, Hendro Siswanto turun menggantikkan Mahardiga Lasut.

Malaysia juga memasukkan dua pemainnya, diantaranya Naiz Faiz Mansor. Ambumamee Thamil Arasu menjadi salah satu pemain yang ditarik untuk menghindari hukuman wasit setelah pemain ini berulang kali melanggar keras pemain Indonesia.

Pada dua kali 15 menit babak tambahan, kedua tim memasukkan dua pemain baru, masing-masing Ramdani Lestaluhu yang menggantikan Patrich Wanggai di kubu Indonesia, sedangkan di kubu Malaysia Fandi Otman masuk menggantikan Omar Mohd Asraruddin.

Tapi kedudukan 1-1 tetap bertahan hingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti.

Susunan pemain:
Indonesia : Kurnia Meiga, Hasim Kipuw, Gunawan Dwi cahyo, Abdul Rahman, Diego Michiels, Oktivianus Maniani, Egi Melgiansyah, Mahardiga Lasut (Hendro Siswanto), Andik vermansyah (Ferdinand Sinaga), Patrich Wanggai (Ramdani Lestaluhu) dan Titus Bonai.

Malaysia: Che Mat Khairul Fahmi, Jasuli Mahali, Mohd Azmi Mohd Zubir, Mohd Shas Mohammad Fadhli, Omar Mohd Irfan (Fandi Otman), Ambumamee Thamil Arasu, Bakhtiar Baddrol, G. Kandasamy Gurusamy, Saari Ahmad Fakri, Ahmad Mohammad Muslim.